Cuaca jakarta ini sangatlah bersahabat, walaupun tadi siang agak mendung dan sedikit ada gerimis tapi tidak jadi turun hujan, justru cuaca seperti ini lah sangat disukai rata2 penduduk jakarta, kalau terlalu panas orang malah banyak mengeluh kerena jakarta bagi penduduknya sudah terlalu panas, makanya mereka tidak mau dirumitkan lagi oleh masalah cuaca yang terlalu panas sehingga sedikit mengganggu rutinitas mereka. dan apabila turun hujan malah banyak yang menghentikan rutinitasnya
seperti para sopir2 angkutan umum, tukang ojek, pedagang kaki lima dan masih banyak lagi
tapi hal itu tidak berpengaruh dengan para kalangan elit seperti pejabat, pns, atau kariyawan yang menjadi pegawai diperusahaan, juga tidak berpengaruh pada kariyawan2 yang ada pada seperti super market. mereka tidak terlalu peduli dengan keadaan cuaca
sore itu tampak terlihat ada seorang berjalan kaki, orang itu terlihat berjalan dengan santai, tidak (2) peduli dengan apa yang ada disekitarnya. dia terus saja berjalan menyeberang jembatan layang yang sedang dilewatinya sambil bersiul2 kecil. orang itu tarlihat memakai topi, menggunakan kaos oblong berwarna hijau, bercelana jeans dan bersepatu scat putih.
lalu secara tiba2 orang itu menghentikan langkah kakinya dan menatap lurus kedepan dengan pandangan mimik wajahnya menunjukan expresi penuh dengan tanda tanya
"tu orang mau ngapain ?!" orang itu berkata dengan pelan seperti berbicara pada dirinya sendiri
kerena sekitar lima meter dihadapan nya orang itu melihat ada seorang perempuan seperti sedang menangis. perempuan itu menatap nanar kejalan yang ada dibawahnya. kedua tangan perempuan itu terlihat memegang dinding pagar jembatan layang, perempuan itu berusaha menaiki dinding pagar jembatan layang
"woiiiii....!!!" tiba2 orang itu berteriak dan berlari kearah perempuan yang terlihat mau menaiki dinding jembatan layang
"brukkkk....!!!"
(3) terdengar suara tubuh mereka berdua terjatuh, teryata orang itu menarik secara paksa tubuh wanita yang terlihat sedang menangis dengan cara memeluk nya menjauhi pinggiran jembatan layang. tapi kerena kaget wanita yang sedang menangis itu berontak dari pelukan orang yang memakai topi sehingga membuat mereka terjatuh secara bertindihan"lepaskan akuuu.....!!! aku mau matiii.....!!!" wanita yang menangis itu berteriak histeris.setelah terlepas dari pelukan orang yang bertopi, wanita itu berlari lagi kearah pagar jembatan layang tapi dengan sigap orang yang bertopi menyekal lengan tangan wanita itu"brukkk.....!!!" untuk kedua kalinya wanita itu terjatuh menimpah tubuh orang yang bertopi"awww........!!!" orang yang bertopi meringis kesakitan kerena kakinya tertindih oleh wanita itu"tidak ada gunanya lagi aku hiduppp.....!!!" wanita itu berteriak lalu berlari lagi kearah pagarlagi-lagi dengan sigap orang yang bertopi menahan (4) wanita itu. teryata wanita itu ingin melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan layang
. orang yang bertopi itu berhasil menahan wanita itu. tapi kali ini kakinya yang dipegang orang yang bertopi. sehingga membuat wanita itu terjatuh dengan kepalanya membentur jembatan layang
"akkk....!!" suara perempuan itu berteriak kesakitan
"kenapa sakit ?" orang yang bertopi bertanya dengan sinis
"ya sakitlahhh......!!" wanita itu menjawab dengan nada kesal dan setengah berteriak
"itu belum seberapa sakit" orang yang bertopi lagi-lagi menjawab dengan sinis "mau tau ada yang lebih sakit lagi...!!"
"apaaaa.....!!!" wanita itu bertanya dengan kesal
"no lompat kebawah...!" orang yang bertopi menunjuk kebawah "rasanya jauh lebih sakit"
"memang aku mau lompattt......! aku mau matiiii......!!!" wanita itu segara bangkit dan berlari lagi pagar jembatan layang
melihat itu orang yang bertopi jadi sangat kaget. dia tidak (5) menyangka kalau wanita itu telah benar-benar nekat ingin melakukan bunuh diri. dengan cepat orang yang bertopi menahan wanita itu agar tidak melompat kebawah.
"aku mau mati.....jangan cegah aku"wanita itu berkata sambil menangis
"mbak tenang dulu...."orang yang bertopi menjawab sekenanya mencoba menenangkan wanita itu
"laki-laki brengsekkkk....!!!"wanita itu berteriak memaki entah marah pada siapa
"jadi gara-gara laki-laki kamu jadi seperti ini...??" orang yang bertopi mulai bisa menerka apa penyebab wanita itu jadi berpikiran nekat
"laki-laki penipuuu...!!!" prempuan itu lagi-lagi berteriak memaki "sejak kapan cinta harus ditukar dengan keperawanan.....!??"
berkataan terakhir itu membuat orang yang bertopi mengeryitkan kening keheranan
"jadiiii....??!!" orang yang bertopi berkata dengan nada kaget
"laki-laki brengsek itu mengatakan kalau aku tidak memberikan keperawananku itu berarti aku tidak mencintainya" wanita itu (6) bercerita sambil menangis. orang yang bertopi itu jadi bingung mau menjawab apa setelah mendengar cerita wanita itu. kerena kecapek'an akhirnya mereka berdua terduduk lemas dipinggir pagar jembatan layang
"jadi maksud kamu pacar kamu berniat ingin meniduri kamu...?" orang yang bertopi bertanya dengan hati-hati
"laki-laki itu mau memperkosa aku"
"pacar kamu ?"
"tidakkk....!!" wanita itu menjawab dengan kesal "mulai sekarang dia bukan pacar aku lagi"
orang yang bertopi tidak menjawab perkataan wanita itu kerena dia takut salah jawab. mereka berdua akhirnya hanya diam saja dan tidak ada yang mau memulai percakapan. tampaknya mereka terhanyut oleh pikiran masing-masing
"oke...sebaiknya sekarang kamu pulang" orang yang bertopi akhirnya berkata . dia memegang bahu wanita itu coba menenangkannya
"aku nggak mau pulang"
"terus kamu mau kemana....??"
"kemana aja yang penting aku gak mau pulang"
"kalau kamu takut biar aku yang antar (7) kerumah kamu...kamu tinggal dimana ?" orang yang bertopi sekarang memegang kedua bahu perempuan itu sambil memandang secara langsung kearah wajah prempuan itu
dipandang seperti itu wanita itu tampak menunjukan expresi wajah yang berbeda. seperti orang ketakutan
"tidakkk....!!" tiba-tiba wanita itu berteriak ketakutan "jangan perkosa aku" prempuan itu bergeser mundur kebelakang beberapa langkah
mendengar teriakan itu orang yang bertopi jadi kaget dan heran
"siapa yang mau perkosa kamuuu...??" orang yang bertopi berkata dengan kesal "sejak kapan prempuan bisa memperkosa prempuan...!?" lalu orang yang bertopi membanting topinya kelantai. kerena dia tahu kerena tampangnya yang tomboylah makanya prempuan itu mengira dia adalah seorang laki-laki
sedangkan wanita itu terlihat kaget. dia tidak menyangka sama sekali kalau orang yang sejak tadi berbicara kepadanya adalah seorang prempuan
"prempuan aneh" lalu prempuan tomboy itu mengambil topi (8) nya lalu berlalu pergi meninggal tempat itu. dia tidak mau peduli lagi pada wanita itu.
setelah ditinggal pergi begitu saja wanita itu terlihat menangis. kerena tidak tega juga khawatir prempuan bertampang tomboy lalu berhenti dan berbalik menghampiri prempuan itu lagi
"kenapa lagi...?"
"aku takut" prempuan itu menjawab sambil menangis
"takut kenapa ?"
prempuan itu tidak menjawab
"terus sekarang kamu mau apa ?"
"nggak tau"
"ya sudah biar aku antar pulang kerumah kamu"
"anggak mau"
"terus kamu mau apa....?! sebentar lagi disini banyak brandal-brandal yang datang lewat sini. kamu mau mereka benar-benar memperkosa kamu"
mendengar kata-kata prempuan tomboy prempuan itu secara replek memeluk tubuh prempuan tomboy. kerena dia ketakutan dengan ucapan prempuan tomboy. prempuan tomboy hanya tersenyum kecil melihat tingkah prempuan itu. setelah menyadari berbuatannya prempuan itu melepaskan pelukannya dengan wajah tertunduk malu
"ya sudah (9) lah terserah kamu"
lalu prempuan tomboy benar-benar pergi. tapi setelah beberapa langkah dia menghentikan langkahnya, kerena dari arah belakang dia mendengar ada orang yang mengikutinya.
"kamu mau kemana ?" prempuan tomboy bertanya
"gak tau"
"terus ngapain kamu ngikutin aku ?"
"aku takut"
"kalau kamu ngikutin aku, kamu gak takut nanti aku memperkosa kamu" prempuan tomboy menyindir prempuan itu. kerena prempuan itu sebelumnya mengira kalau dia adalah laki-laki
mendengar ucapan itu. prempuan itu hanya tersenyum dengan wajah merah kerena menahan malu
"benar kamu mau ikut aku ?"
prempuan itu hanya menjawab dengan anggukan kepala
"ya sudah ayo"
setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai diperkampungan padat penduduk. lalu mereka berjalan kearah salah satu gang dan prempuan tomboy itu berhenti didepan sebuah kontrakan kecil
"aku tinggal disini" prempuan tomboy menunjuk kearah pintu memberi tahu pada (10) wanita itu
"mudah-mudahan kamu mau tinggal ditempat seperti sini"
prempuan tomboy mengeluarkan kunci pintu kontrakan dari kantong celana jeansnya lalu membukakan pintu. teryata prempuan tomboy itu ditinggal disalah satu kontrakan berukuran tiga kali empat meter dan ruang dapur dua meter kebelakang. yang membuat prempuan itu kaget bukan ukuran kontrakan, tapi keadaan didalam kontrakan yang membuat wanita itu memandang dengan heran. didalam tampak kasur dengan posisi yang berantakan, sprai nya kusut, baju kotor berseberan dilantai, ada beberapa piring dan gelas kotor yang diletak kan disembarang tempat. ruangan itu terlihat sangat berantakan
"ya beginilah keadaannya" prempuan tomboy tahu kalau prempuan itu heran melihat keadaan dalam ruangan berantakan seperti itu
"kamu belum mandikan ?, sebaiknya kamu mandi dulu"
lalu prempuan itu segera pergi kekamar mandi. kerena dari tadi siang dia memang belum mandi. sesampainya didalam kamar (11) mandi. lagi-lagi prempuan itu dibuat keheranan dengan keadaan kamar mandi yang berantakan. sampah berserakan, bak airnya terlihat agak kuning kerena sudah lama tidak dikuras.
prempuan itu segera membersihkan sampah yang berantakan lalu memasukannya ketempat sampah dan setelah itu menguras bak air. setelah beres semua barulah dia mandi
tok tok tok terdengar pintu kamar mandi diketuk dari luar
"ini handuknya" teryata prempuan tomboy mau mengantar handuk, kerena dia melihat prempuan itu masuk kekamar mandi tanpa membawah handuk
setelah beberapa menit prempuan itu selesai mandi. prempuan tomboy segera masuk kekamar mandi
"teryata dia wanita yang cinta kebersihan" prempuan tomboy berkata sendiri. dia sedikit kaget melihat keadaan kamar mandi yang terlihat bersih dan rapi
tidak lama kemudian prempuan tomboy telah selesai mandi. sekarang dia tambah kaget melihat keadaan kasur sudah terlihat rapi, baju kotor, piring dan gelas telah (12) dirapikan semua
"jadi ngerepotin kamu" prempuan tomboy menjadi malu
"gak apa-apa"
"kamu belum makan kan ?"
"ya..." prempuan itu menjawab tanpa malu- malu, kerena dia memang merasa lapar
"oh ya nama kamu siapa ?" prempuan tomboy baru ingat kalau mereka belum saling mengetahui nama masing-masing
"aku indah" prempuan itu mengulurkan tangannya
"atika" prempuan tomboy menyebutkan namanya juga " kamu tunggu aja disini aku mau beli makan buat kita"
prempuan bertampang tomboy bernama atika itu segera pergi keluar untuk membeli nasi. sekitar lima menit kemudian atika telah kembali lagi
"kamu da lapar ya" atika berkata sambil tersenyum
indah hanya menjawab dengan anggukan kecil
"ya da kita makan dulu"
setelah itu atika tidak banyak tanya lagi. dia tahu indah mungkin sudah sangat lapar. selesai makan atika juga tidak mau banyak tanya kerena dia tahu indah terlihat kelelahan. atika juga tidak mau pertayaan-pertayaannya akan membuat indah jadi (13) teringat dengan kejadian tadi siang dan hal itu akan membuat indah jadi sedih. akhirnya mereka tertidur pulas kerena kecapek'an.
jam enam pagi indah telah bangun dari tidurnya. dia melihat atika masih tertidur pulas. indah beranjak kearah dapur. indah berniat membuat sarapan mereka untuk pagi ini. sesampainya didapur indah hanya menemukan mie istan dan telur indahpun berniat memasak mie dan telur itu untuk sarapan mereka. baru saja indah selesai memasak mie
"kamu rajin banget pagi-pagi gini dah masak" atika terbangun dari tidurnya kerena mendengar suara didapur
"aku ganggu tidur kamu ya ?" indah merasa tidak enak
"gak kok...kamu dah terbiasa bangun pagi ya ?"
"kadang-kadang aja"
"kamu masak apa ?"
"mie"
"kamu sering masak ?"
"ya aku memang suka masak"
"ohhh......" atika jadi malu kalau ingat pada dirinya yang sangat jauh bertentangan dari sipat indah
"kamu mau ikut aku kerja atau tinggal disini aja"
"terserah"
"tapi kerja aku jadi (14) tukang parkir"
"parkir mobil...??!" indah kaget dengan keterangan atika
"ya...jaga parkiran mobil sama motor, kenapa aneh ya kerjaannya ?"
"enggak juga...cuma gak nyangka aja hehehe...."
"kamu mau ikut ?"
"gak ah takut ?"
"takut kenapa ?" atika agak heran mendengar jawaban dari indah
"tar banyak premannya"
"preman apanya ?!"
"kata orang ditemapt seperti itu banyak premannya"
"itu hanya alibi orang-orang yang tidak tahu keadaan yang sebenarnya" atika coba menerangkan pada indah bahwa ditempat seperti kerjaan dia tidaklah seburuk dugaan banyak orang selama ini "ya udahlah kalau kamu takut...kamu disini aja"
"kalau aku ikut gak ganggu kerjaan kamu ?"
"gak lah...santai aja"
"ya aku mau ikut"
"ya udah aku mandi dulu"
selesai berkata atika segera pergi mandi. tanpa basa-basi lagi setelah keluar dari kamar mandi atika segera sarapan indomie masakan indah
"mienya enak" atika memuji masakan indah
"bukannya mie rasanya akan (15) sama aja...siapapun yang memasaknya ?"
"gak..memang masakan kamu lebih enak" atika memuji sekenanya saja. dia juga sebenarnya tidak bisa menilai mana masakan enak mana yang tidak. tapi atika hanya bermaksud menghibur indah saja
beberapa menit mereka selasai makan mie. mereka berdua segera berangkat ketempat dimana atika kerja jadi tukang parkir
saat melewati jembatan layang dimana tadi malam indah ingin melakukan bunuh diri. indah hanya diam saja dan menundukan kepalanya. kerena indah merasa malu bila mengingat kejadian itu
atika bukannya tidak tahu apa yang ada didalam pikiran indah. memang dasar atika selain bertampang tomboy teryata atika juga memiliki jiwa usil
"in kamu gak jadi bunuh diri" atika menggoda indah
mendengar itu terang saja indah jadi sangat kaget dan malu. indah terus saja meneruskan langkahnya
"hey aku ngomong sama kamu ne..bukan ngomong sama pagar" atika tersenyum sengaja menggoda indah
"hmm..ap..apa ??" (16) indah menjadi gugup menjawab godaan dari atika itu
"kamu gak jadi lompat" atika masih menggoda indah
"kamu gak takut terlambat...?" indah coba mengalih pembicaan
"hey...hey...hey...kenapa kamu jadi keingat kerjaan aku hahaha...!!" atika tahu kalau indah coba mengalihkan pembicaraan "kalau aku mau bunuh diri...kamu mau nyelamatin aku gak...??" atika semakin gencar menggoda indah
"gak" indah menjawab singkat kerena merasa sedikit kesal
"benarrr...??!"
"ya benar...lompat aja kalau kamu mau lompat" indah menjawab dengan perasaan kesal kerena terus digoda oleh atika
"benaran aku mau lompat...!!"
atika benar-benar menaiki pagar dan atika terlihat memang mau melompat kebawah. melihat hal itu tentu saja indah sangat kaget. maka dengan cepat indah menahan tubuh atika dan memeluknya sama seperti apa yang perna dilakukan atika ketika mau menyelamatkan dia
"tik...kamu apa-apaan...!!?" indah benar-benar kaget dengan tindakan atika itu (17) "hahaha....!! teryata ada juga yang peduli sama aku...!!" atika menertawai tindakan indah. atika hanya menggertak indah saja dia tidak menyangka kalau indah akan sekaget itu
"jadi kamu...??!" indah tidak percaya kalau atika memeliki sipat sekonyolitu
entah kerena malu atau memang kesal akhirnya indah pergi begitu saja meninggalkan atika. atika bukannya tidak tahu kalau indah kesal dengan perbuatannya. niat atika hanya bercanda mau menghibur indah. atika tidak menyangka akan begini akibatnya. atika pun segera menyusul indah
"kamu marah ?"
indah tidak menjawab pertayaan atika. indah terus berjalan tanpa memperdulikan atika
"aduhhh...masak gitu aja marah...?!"
indah masih tidak mau memperdulikan atika
"yaaa...aku minta maaf" atika coba membujuk indah
mendengar permintaan maaf dari atika itu. indah memperlambat langkahnya lalu berhenti dan memandang kearah atika. sedangkan atika hanya tersenyum. tapi indah tidak menunjukan reaksi apa- (18) apa
"i'm sorry my friend...pleaseee..." atika memohon sambil merapatkan kedua tangannya seperti orang menyembah dengan wajah memelas
melihat tingkah atika itu indah akhirnya jadi tersenyum. selain tingkah atika terlihat lucu dimata indah tapi adahal yang lain membuat indah seperti tidak bisa menahan senyumnya. yaitu cara atika mengucapkan kata maaf yang menggunakan bahasa inggris. indah tidak menyangka kalau seorang tukang parkir seperti atika. terdengar pasi mengucapkan kalimat bahasa inggris dan hal itu sedikit menarik perhatian indah
"maafin aku ya" atika masih menunjuk wajah memelas
"iyaaa..." akhirnya indah mau buka suara
"benar da maafin aku ?"
"gak...aku gak mau maafin kamu" indah pura-pura masih marah tapi sambil tersenyum. lalu pergi meninggalkan atika
melihat hal itu atika tahu kalau indah tidak marah lagi
"kamu mau kemana ?"
"suka-suka aku" indah menjawab dengan gaya sok jutek
"memang kamu tahu aku kerja dimana ?" atika (19) bertanya pada indah
"tapi tempat kerja kamu kearah sini kan ?"
"siapa bilang ?"
"terus ngapain kita jalan kearah sini ?"
"yang ngajak jalan kesini siapa ?"
"terus tempat kerja kamu dimana ?" indah tampak bingung
"kearah sana" atika menunjuk kearah yang berlawanan
tanpa berkata-kata indah langsung saja berjalan kearah yang ditunjuk oleh atika. melihat itu atika hanya tersenyum saja. saat berada pas ditempat dimana indah ingin melakukan bunuh diri. atika menghentikan langkahnya lalu memegang tangan indah supaya indah juga ikut berhenti
"apa lagi...??" indah berpikir kalau atika akan meledek dia lagi "jangan bilang kamu mau lompat lagi...itu sangat tidak lucu !!" indah berkata dengan muka cemberut
"aku mau kita berhenti disini" kali ini atika berkata dengan serius
"terus mau apa"
"aku mau ngomong"
"ngomong aja" indah jadi heran kenapa tiba-tiba atika jadi serius begitu
"aku mau kita berada disini beberapa saat"
"kita disini mau apa ?" (20) "aku mau kamu memperhatikan tempat ini secara baik-baik"
"untuk apa ?" indah bertanya dengan heran
"aku mau tempat ini bisa jadi pelajaran buat kamu. aku juga tidak mau setiap kali kita lewat sini kamu jadi trauma bila mengingat kejadian tadi malam. kerena setiap hari kita akan melewati tempat ini" atika berkata dengan serius setengah menasehati
"ya..." indah menjawab singkat
"sekarang kamu lihat kebawah"
"untuk apa ?"
"lihat aja"
tanpa bertanya dan protes lagi indah menuruti permintaan atika
"apa yang kamu pikir saat ini ?"
"gak ada"
"yang kamu lihat ?"
"banyak"
"apa saja ?"
"motor, mobil dan banyak juga orang yang berlalu lalang dibawah sana" indah terus saja menjawab dengan polos semua pertayaan dari atika tanpa mengerti apa maksud dari pertayaan itu semua
"berarti banyak orang dibawah sanakan ?"
"ya..."
"sekarang kamu pejam mata"(21) meski hatinya diliputi berbagai pertayaan. namun indah seperti terhipnotis oleh kata-kata atika dan tanpa sadar indah pun menuruti apa yang disuruh oleh atika. memang apa yang dilakukan atika saat meminta indah memejamkan matanya tidak ubahnya apa yang disering dilakukan master Romy Rapeal seorang master hipnotis kondang indonesia
"coba kamu bayangkan seandainya kamu lompat kebawah dan apa yang akan terjadi"
indah benar-benar memikirkan apa yang dikatakan oleh atika
"akkkkk...!!!" indah tiba-tiba menjerit histeris. sambil menutup kedua telinganya menggunakan tangannya. dan mundur beberapa langkah kebelakang sehingga membuat indah terjatuh terduduk dilantai jembatan layang
"aku gak mau mati...aku gak mauuu...!! aku masih mau hidup" indah menangis terisak-isak
atika segera memeluk indah untuk menenangkannya
"gak...kamu gak akan mati...lihat kamu masih hidupkan" atika membujuk indah
lalu indah memeluk tubuh atika semakin erat.
"untuk apa ??" indah makin heran apa maksud atika menyuruh dia memejamkan matanya" (22) "aku masih mau hidup"
"ya aku tahu" atika membelai rambut indah agar indah bisa tenang
"sekarang kamu tahukan apa yang akan terjadi seandainya kamu loncat kebawah...?!"
indah tidak menjawab pertayaan dari atika. kerena indah masih saja menangis
"dibawah banyak sekali orang berlalu lalang dengan berbagai macam aktifitas. seandainya terjadi ada orang yang lompat dari sini pastilah hal itu akan jadi tontonan orang banyak. kerena melakukan bunuh diri ditempat umum itu hampir sama dengan demo. dan hal itu akan menyebabkan kemacetan. tukang ojek akan jadi terlambat mengantarkan penumpangnya, sopir angkutan umum akan gelisah kerena terganggu dengan kemacetan itu. sedangkan mereka memikirkan setoran mereka saja terkadang sudah pusing. dan tentu masih banyak lagi orang-orang yang terganggu aktifitasnya. yang pasti akulah orang yang sangat merasa bersalah seandainya aku tidak bisa mencegah kamu melakukan bunuh diri. ingat dengan melakukan (23) bunuh diri kamu akan merepotkan dan mengganggu banyak orang. hal itu hampir sama dengan melakukan demo. bedanya kalau melakukan bunuh diri kamu dihasut setan. kalau melakukan demo kamu dihasut oleh elit politik tanpa terasa kita diaduh domba"
atika bertutur panjang lebar menasehati indah. atika sadar hanya segelintir orang saja yang bisa menerima nasehat. kalau memberi nasehat semua orang hampir bisa melakukanya. makanya atika memilih cara langsung menyuruh indah berdiri ditempat dimana indah ingin melakukan bunuh diri. dan atika menakut-nakuti indah dengan ceritanya. teryata hal itu dapat menyadarkan indah sekaligus menghilangkan traumanya
"life is sometimes not fun...ofter we experince thing we do not like"
mendengar kata-kata atika yang menggunakan bahasa inggris itu. indah melepaskan pelukanya. dan indah memandang atika dengan tersenyum. indah tidak menyangka kalau orang setomboy seperti atika memiliki sipat yang sangat dewasa (24) dibalik kekonyolannya. indah juga tahu sebenarnya atika memiliki wawasan yang lumayan luas dan atika juga sedikit banyak bisa berkemunikasi menggunakan bahasa inggris. dan yang membuat indah heran kenapa orang-orang seperti atika bisa terdampar hanya dilahan parkir apa tidak ada tempat yang sedikit lebih layak untuk orang-orang seperti mereka
"hai...! kamu kenapa ?" atika heran dengan cara indah memandang dia. apa lagi indah memandang sambil tersenyum
"kamu memang orang yang baik" hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut indah
"dari mana kamu dapat menilai aku orang yang baik ?" atika tersenyum menggoda indah "kamukan baru aja tadi malam mengenal aku"
"kalau kamu bukan orang yang baik berarti kamu orang jahat" indah berkata sambil berdiri menanggapi candaan dari atika "kita gak jadi ketempat kerja kamu ?"
"oh ya aku baru ingat ?"
atikapun segera berangkat mengajak indah ketempat kerjanya
teryata atika menjadi tukang parkir (25) disalah satu super market terbesar yang ada dijakarta. sesampainya disana atika telah ditunggu teman laki-lakinya. atika menjadi tukang parkir disana berdua dengan seorang laki-laki. laki-laki itu penampilannya sedikit terlihat urakan. celana jeans yang dipakainya tampak bolong dikedua sikunya. dan dikepalannya terlihat memakai ikat kepala berwarna merah yang digunakan untuk merapikan rambutnya yang gondrong
"woiii...! how are you friend...tumben loe telat ?"
"baik...and you ?"
"seperti yang loe lihat baik-baik aja" laki-laki itu membentang kedua tangannya sambil mengangkat bahu
indah hanya diam saja melihat kedua orang itu berbicara. indah dapat menduga kalau atika pastilah sangat akrab dengan laki-laki itu. kerena terlihat dari cara mereka berbicara
"ini siapa...? teman loe...? widihhh...!! very beautiful" laki-laki itu bertanya pada atika sambil memperhatikan indah dari atas kepala sampai ujung kaki. tentu saja hal itu membuat (26) indah jadi risi dengan cara memanpandang teman laki-laki atika itu
"yes...this my friend" atika memberikan keterangan pada teman laki-lakinya
"what's your name ?" laki-laki itu mengulurkan tangannya pada indah
"indah" indah menjawab singkat
indah sebenarnya sejak tadi bertanya-tanya didalam hati. darimana orang seperti mereka bisa berbahasa inggris. terdengar mereka berdua sangat terbiasa berbicara menggunakan bahasa inggris. indah berpikir mungkin kerena mereka sering menemui turis-turis yang sering datang kesuper market ditempat mereka kerja. makanya mereka jadi terbisa berbahasa inggris
"suitable name...orangnya memang indah" laki itu tersenyum pada indah "aku marko" laki-laki itu menyebutkan namanya
"dia memang gitu orangnya in...selalu sok asyik" atika memberi tahu karakter marko
"hidup itu emang harus asyik kan"
"wei...itu ada mobil yang mau keluar" atika menunjuk kan kearah mobil yang terlihat mau keluar
maka marko pun segera (27) memarkir mobil yang dimaksud oleh atika
"ya kanannn...kanannn...ya lurus aja bosss...!!" suara marko terdengar sedang memarkir mobil yang mau keluar dari parkiran
mendengar suara marko yang seperti berteriak-teriak itu indah terlihat tersenyum-senyum sendiri
"what makes you smile ?" atika teryata melihat tingkah indah yang tersenyum-senyum sendiri itu
"hik hik hik lucu" indah tidak bisa menahan tawanya
"kamu suka sama marko ? " atika bertanya dengan serius
"yes...i like his style" indah pun jadi ikut-ikutan berbicara pakai bahasa inggris
"not the person ?!" atika terlihat semakin serius
"tenang aja tik...aku gak akan merebut marko dari kamu" indah berpikir mungkin atika cemburu terhadap dia
"bukan itu...aku gak mungkin pacaran sama marko"
"kenapa...? apa kerena kalian akrab makanya kalian gak mau pacaran ?"
"gak juga...bukan kerena itu"
"marko bukan tipe idaman kamu ?"
"bukan itu juga" kini atika terlihat jadi tidak nyaman dengan (28) pertayaan-pertayaan dari indah itu
"ada apa ne...? kok kelihatan jadi pada tegang gini ?" marko dapat membaca apa yang sedangkan terjadi diantara mereka
mendengar pertayaan dari marko itu atika dan linda hanya diam saja
"hei...!" marko terlihat semakin heran
"kayaknya ada mobil yang mau keluar tu friend" atika menujukan
kearah mobil yang terlihat mau keluar dari parkiran
saat marko ingin memarkir mobil itu. tapi atika telah mendahuluinya
"loe tunggu disini aja man...biar guwa yang markirinnya" atika bermaksud ingin memarkir mobil yang mau keluar itu. kerena atika takut kalau indah nanti bertanya-tanya lagi tentang hubungan mereka. makanya atika sengaja menghindar
"gimana betah berada disini ?" marko bertanya pada indah
"betah"
"da lama kenal sama atika ?"
"baru tadi malam"
"lah berarti baru kenal banget dong" marko tidak menyangka kalau mereka berdua baru saling mengenal
"kamu da lama kenal sama atika ?"
"da lumayan lama... (29) atika orangnya sangat asyik" marko teryata mengagumi sosok atika
"juga konyol"
"ya kadang-kadang memang dia jahil orangnya...tapi yang jelas dia orang yang baik"
"kamu da kenal atika seberapa jauh ?"
"dia da guwa anggap seperti saudara guwa sendiri...kerena dia makanya guwa masih bisa hidup dan bisa nyaman berada disini"
"maksudnya ?" indah kurang paham apa arti dari ucapan marko
"dulu guwa tidak bisa sebebas ini markir disini. kerena ada orang lain yang bermaksud merebut lahan parkir disini. guwa sama orang itu akhirnya ribut. guwa dikeroyok tiga orang. sehingga membuat guwa terkena tusukan diperut dari salah satu orang yang mengeroyok guwa. untung saja atika saat itu datang membantu. dan atika menghajar habis-habisan tiga orang yang mengeroyok guwa itu. kalau tidak atika datang membantu saat itu, guwa gak tahu apa jadinya nasib guwa saat itu. saat berada dirumah sakit atika sering menjenguk guwa dia juga yang membiayai (30) semuanya saat guwa berobat dirumah sakit"
"teryata dia sangat baik"
"orangnya kalau dilihat memang tomboy dan sedikit usil, tapi akan menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita menilai orang hanya berdasarkan tampilan luarnya saja"
"kamu benar"
"atika selain baik dia juga sebenarnya pintar, hanya saja dia sering bertingkah konyol"
"kamu teryata sangat mengagumi sosok atika" indah tidak menyangka kalau marko sangat respek kepada atika
"loe kenal sama atika dimana ?"
"aku malu kalau ingat hal itu...sedih juga iya" indah merasa agak malu kalau menceritakan awal pertemuan dia dengan atika
"kenapa ?" marko jadi heran dengan ucapan indah
"aku ketemu atika...saat atika mau menyelamatkan aku...waktu itu aku berniat melakukan bunuh diri"
"bunuh diri...!!?" marko kaget mendengar keterangan indah
"yaaa" indah menjawab lemas sekaligus sedih
"sorry...sorry...guwa gak bermaksud" marko merasa tidak enak
"gak apa-apa"
"jangan diterusin (31) da...tar kamu jadi sedih"
"jujur aku juga kagum sama atika, selain orangnya baik. atika juga tahu cara memberi nasehat"
"itulah atika"
"wei guwa laper ne...!!" atika tiba-tiba telah berada didekat mereka
"yo'i guwa beli makan dulu ne"
marko segera pergi memberi nasi untuk makan siang mereka bertiga.sekitar lima belas menit kemudian marko telah kembali lagi
"cepat amat ?"
"demi kalian berdua friend jadi guwa harus cepat...takut tar kalian da pada kelaparan" marko menanggapi gurauan atika
"bukannya loe yang da kelaparan !"
"hehehe tau aja loe tik"
"loe selalu gitu man...dia yang mau ngomongnya orang laen"
"bikin malu guwa aja loe"
"sejak kapan loe punya malu...gaya loe man da kayak artis sok jaga image" atika masih saja meledek marko
"gini-gini guwa masih punya malu friend"
"dimana loe simpan malu loe"
"hahaha...!! itu rahasia guwa friend...kalau guwa ceritain itu bukan rahasia lagi namanya"
mendengar gurauan atika dan marko indah (32) diam saja dan hanya tersenyum geli. mendengar guraun mereka
"kamu kenapa in ?" marko penasaran melihat indah dari tadi hanya tersenyum-senyum sendiri
"dia penasaran kali man dimana letak malu loe" atika semakin konyol
mendengar perkataan atika itu muka indah terlihat merah menahan malu
"gila loe" marko jadi tidak enak
"bukanya loe suka hal-hal yang gila"
"gak pada lapar ne ?" marko coba mengalihkan pembicaraan
"loe kan yang lapar"
"hehe...ya guwa da lapar friend" marko selalu kalah kalau adu mulut dengan atika
tanpa merasa risi dengan pandangan orang yang ada diseliling mereka. marko dan atika makan dengan lahap. duduk dipinggir salah satu mobil yang parkir didekat mereka. tapi tidak dengan indah kerena belum terbiasa makan ditempat seperti itu. indah terlihat malu-malu
"santai aja in" atika tahu indah tidak nyaman makan ditempat terbuka seperti itu
"yo'i friend...cuek aja...mereka tidak akan peduli kok kalau kita (33) kelaparan...mereka hanya bisa mencibir apa yang menurut mereka jelek, tapi mereka tidak membantu apa-apa" marko menimpali perkataan atika
indah berpikir mungkin kerena setiap hari mereka selalu berhadapan dengan lingkungan hidup yang keras. maka sedikit banyak itu mempengaruhi jalan pikir mereka. mereka seperti antipati pada orang lain
"ya in jangan terlalu banyak mikir...kita bukan pejabat yang selalu mikir itu mikir ini...biar mereka aja yang pusing kita jangan...tar kalau pusing kamu bunuh diri lagi"
"huk huk huk...!" indah terbatuk-batuk kerena kaget mendengar kata-kata atika. sehingga nasi yang ada didalam mulutnya berhamburan keluar mengenai muka marko. tentu saja hal itu sangat mengagetkan marko.
"maaf-maaf...!!" indah merasa tidak enak pada marko. muka indah lagi-lagi terlihat merah kerena menahan malu. indahpun membersihkan nasi yang nempel dimuka marko
"hahaha...makan tu semua nasi" atika menertawai marko
"da gak apa-apa (34) kok...santai aja"
"benar aku gak sengaja" tangan indah masih membersihkan nasi yang ada dimuka marko
"udah biarin aja" atika menarik bahu indah untuk menjauh dari marko
"tapi tik...!"
"dia bisa kok bersihin sendiri" wajah atika berubah jadi serius
"ya atika benar kok in...da gak pa-pa"
melihat atika bersikap seperti itu. indah semakin yakin sebenarnya atika ada rasa suka sama marko. mungkin kerena mereka sudah terlanjur akrab makanya atika tidak mau mengatakannya pada marko. apalagi atika seorang prempuan sangatlah tidak mungkin bagi atika untuk memulainya terlebih dahulu. atau atika tahu kalau marko telah menganggap atika sudah seperti saudara sendiri.
akhirnya indah diam saja sedangkan marko masih terus saja membersihkan mukanya menggunakan baju yang dipakainya.
seharian atika dan marko bergiliriam memarkirkan mobil yang keluar masuk ketempat mereka. sedangkan indah hanya memperhatikan mereka dari kejauhan
jam delapan (35) malam barulah mereka pulang. atika dan marko masih terlihat segar. tapi indah mukanya terlihat sangat kelelahan padahal indah hanya melihat mereka saja tanpa membantu apa-apa. kerena indah belum bisa beradaptasi dengan cara hidup mereka
"oke...semoga mimpi indah ya" marko menyapa mereka berdua sebelum pulang
"dia memang indahkan" atika masih saja bersikap konyol
"goodbye" indah menjawab kata-kata marko seperti tidak bersemangat. kerena sudah sangat kelelahan
"eittt...!! no..no...do not never say...goodbye" marko menggoyang jari telunjuknya kekiri dan kekanan
"kenapa ?" indah heran dengan kata-kata dari marko
"goodbye itu kata seolah-olah kita tidak akan perna bertemu lagi"
"terus aku bilang apa ?"
"see you again or see you tomorrow... kurasa itu kata-kata yang lebih cocok"
"bedanya" indah jadi penasaran
"goodbye itu kalimat yang diucapkan saat perpisahan terakhir. itu berarti kita tidak akan bertemu lagi. sedangkan see you again (36) itu berarti kita masih berharap ada pertemuan berikutnya"
"tapi kan sama aja...itu kata-kata perpisahan" indah berpendapat
"benar...bedahnya goodbye kata berpisah untuk selamanya kalau see you again kata untuk perpisahan sementara"
"okey...see you tomorrow" indah meralat kata-katanya
"hemm...good" marko tersenyum
"loe jadi pulang gak" atika akhirnya mengeluarkan suara setelah sejak tadi hanya diam saja mendengar mereka berdua berbicara "terus mau tidur sini apa"
"kali aja loe mau tidur disini" atika meledek marko
"okey...okey...guwa pulang ne"
lalu marko melambaikan tangannya sebelum berpisah dengan mereka. atika dan indah pun segera melangkah pulang setelah marko pergi. saat berada dijempatan layang, atika tidak mengungkit kejadian waktu malam itu. sesampai didepan gang kontrakan
"woi...tik kemana aja...kok jarang kelihatan ?" ada suara yang menyapa atika (37) itu berasal dari salah satu pria yang lagi nongkrong dibangku depan gang kontrakan mereka. disitu terlihat ada tiga orang pria
"loe yang kemana aja...guwa ada disini terus" atika menjawab pertayaan dari pria itu
dari cara mereka saling menyapa indah bisa menduga kalau atika sudah akrab dengan tiga pria-pria itu. tapi melihat penampilan tiga pria-pria itu indah sedikit merasa ngeri. penampilan tiga pria itu lebih jauh urakan dari tampang marko. ada yang beranting besar ada yang rambut bergaya mohak. dan satu lagi kurus tinggi matanya terlihat merah. mungkin pengaruh alkohol yang sedang mereka tenggak. indah melihat ada beberapa botol minuman beralkohol ada disamping mereka
"die siape ?" pria kurus tinggi menanyai indah pada atika. dari logat bicaranya dapat ditebak kalau pria itu adalah asli pria betawi
"teman guwa" atika memberi keterangan
"baru ngeliat"
"in...kenalin ini teman-teman aku" walaupun atika sudah terbiasa bicara (38) menggunakan bahasa betawi. tapi saat bicara dengan indah atau dengan orang yang bukan suku betawi dan atau orang yang tidak terbiasa bicara pakai bahasa betawi. maka atika tidak akan berbicara menggunakan bahasa betawi dengan orang itu. atika tidak mau dicap sebagai orang yang tidak bisa beradaptasi. yang bicara selalu menggunakan hanya satu bahasa. atika tidak suka hal-hal yang menoton
"indah" indah mengulurkan tangannya pada tiga pria itu
"guwa begeng" pria kurus tinggi menyambut terlebih dahulu uluran tangan indah
pria yang bernama begeng itu tampak sengaja tidak mau melepas genggaman tangannya pada indah. setelah atika memandang pada dia, baru begeng melepaskan tangan indah
"elang" pria berambut gaya mohak menyebutkan namanya. dari logat bicaranya indah dapat menduga pria itu bersuku batak. nama pria bersuku batak itu terdengar sedikit aneh ditelingah indah. indah berpikir itu adalah nama julukannya dilingkungan sesama anak (39) punk
"black" pria yang terakhir menyebut namanya sambil menyambut uluran tangan indah. pria yang beranting besar hanya sebelah kiri itu. memang cocok mendapat julukan black. sesuai dengan kulit tubuhnya yang keling. berpikir seperti itu indah jadi tersenyum walaupun ada perasaan ngeri
"die tinggal tempat loe ?" begeng bertanya pada atika
"iya" atika sebenarnya tidak terlalu suka mendengar pertayaan dari begeng itu
"bisa dong sekali-kali diajak happy"
mendengar ucapkan dari begeng itu. atika tiba-tiba jadi marah. atika mengambil salah satu botol yang ada disamping begeng dan pemukulkannya pada botol yang lainnya sehingga kedua botol itu pecah berserakan. indah sangat kaget dengan hal itu. indah tidak menyangka orang seperti atika yang kadang tertingkah konyol teryata gampang tersinggung. elang dan black pun terlihat kaget. tapi tidak dengan begeng. begeng masih terlihat santai
"woiii...santai...guwa kan cuma nanya"
"guwa ingatin (40) loe-loe pada...berani macam-macam sama indah... loe akan berurusan sama guwa" atika menunjuk kemuka black, elang, dan begeng
"kenapa kau ini tik...? kenapa kau jadi marah tak jelas begini" elang bingung kenapa atika tiba-tiba jadi marah tidak ada sebab
black pun berpikiran sama dengan elang. indah juga tidak kalah bingung
"eh...!! diam loe" atika menarik baju elang
"sabar dong tik" black pun coba menenangkan atika
"brukkk...!!" black terjatuh didorong oleh atika
"loe apa-apaan si tik !!" begeng berdiri
"loe yang apa-apaan...!!" atika mendorong tubuh begeng hingga terduduk lagi
"santai donggg" begeng tidak terlihat takut dengan kemarahan atika itu
"ini peringatan pertama dan terakhir buat loe" atika sangat geram
"tikkk..." indah memegang bahu atika untuk meredah kemarahannya
atika pun akhirnya pergi dari tempat itu tanpa berkata apa-apa. atika terlihat sangat geram pada begeng. begeng hanya tersenyum sinis melihat (41) kepergian atika dan indah dari tempat itu.
sesampainya dikontrakan indah sengaja tidak bertanya pada atika, apa penyebab yang membuat atika hingga tiba-tiba jadi marah pada begeng dan dua temannya. indah tidak mau nanti kalau pertayaan-pertayaannya akan menyulut kembali api kemarahan pada atika.
indah pun segera masuk kekamar mandi. indah ingin menyegarkan tubuhnya yang terasa sangat capek dan juga ingin menghilangkan semua pertayaan-pertayaannya tentang keanehan sipat atika hari ini dari pikirannya.
selesai indah mandi atika pun segera menyusul. indah dapat melihat masih ada sisa-sisa kemarahan diraut wajah atika. beberapa menit kemudian atika pun telah selesai mandi. wajah atika sudah terlihat mulai segar dan tidak tegang lagi
"eh...kamu da lapar belum ?" atika bertanya sambil tersenyum
"lumayan"
"aku beli nasi dulu ya"
indah hanya menjawab dengan anggukan kepala. setelah pergi beberapa menit, tidak lama kemudian atika pun (42) telah kembali lagi membawah dua bungkus nasi. sedangkan indah telah menyiapkan piring dan gelas yang akan dipakai saat mereka makan.
"marko tinggal dimana ?" indah membuka pembicaraan
"kenapa ?" atika seperti tidak terlalu senang dengan pertayaan indah itu
"nanya aja" indah dapat membaca dari nada bicara atika ada rasa cemburu
"diduren sawit" atika menjawab singkat dan terdengar sangat datar
"jauh"
"lumayan...kamu suka ya sama marko ?!" atika semakin menunjukan rasa tidak sukanya dengan pertanyaan indah itu
"gak cuma nanya aja kok tik" indah jadi tidak enak untuk melanjutkan pembicaraan mereka
"oh" lagi-lagi atika berkata datar
indah akhirnya diam saja. indah tidak mau lagi bertanya tentang marko pada atika. sampai mereka menyelesaikan makan malamnya tidak ada satu pun suara yang keluar dari mulut mereka. indah berpikir mungkin rasa cemburu itu lah yang membuat atika tidak tenang hari ini. sehingga begeng dan dua temannya (43) menjadi sasaran pelampiasan kemarahan atika. setelah membereskan bekas makan malam mereka. indah segera beranjak keatas kasur untuk tidur. indah ingin cepat-cepat melupakan apa saja yang dia alami hari ini. saat indah telah tertidur dengan lelap. atika mendekat kearah indah
"kamu memang cantik in" atika berbicara sendiri. teryata atika mengagumi kecantikan indah
indah memang wanita memiliki penampilan hampir sempurna. rambut tergerai lurus sebatas punggung. bibir indah terlihat merah merekah. tubuh indah juga terlihat tinggi semampai. bentuk dada dan punggungnya terlihat sangat indah. atika berpikir wajar saja marko dan begeng baru sekali saja memandang indah mereka sudah tertarik pada indah. atika berpikir juga kerena penampilan indah yang sangat memikat kaum adam itu pulalah yang menyebabkan pacar indah berniat menidurinya.
"kamu terlihat sempurna in" atika membelai rambut indah. perlahan-lahan tangan atika bergeser kebibir. (44) atika mengelus-elus bibir indah dengan lembut. lalu atika mencium kening indah dengan penuh perasaan. dan setelah itu atika menatap lekat kearah bibir indah yang terlihat sangat memikat itu. atika berusaha mendekatkan mukanya kearah muka indah. saat sedikit lagi bibir mereka bersentuhan
"kamu belum tidur tik ?" tiba-tiba indah terbangun
indah jadi heran dan juga kaget setelah menyadari muka atika sangat dekat berada hanya berjarak beberapa inci saja didepan mukanya. sehingga indah dapat merasa hembusan hangat napas dari hidung atika
"a...ap...ap...apa !" atika gugup dan sangat kaget setelah tahu indah telah terbangun
"kamu mau ngapain ?"
"gak ngapa-ngapain" atika terlihat kikuk
"belum ngantuk tik ?"
"ini aku mau tidur" atika membaringkan tubuhnya disebelah indah dan menarik selimut dengan terburu-buru. tingkah atika itu terlihat janggal dimata indah
"kamu kenapa tik ?"
"gak kenapa-kenapa" atika menjawab tidak berani memandang (45) kearah indah tapi atika menoleh kearah lain
"kamu mau tidur"
"ya aku mau tidur" atika menarik selimut dan menutup mukanya
"aku mau ngomong tik" indah membuka selimut yang menutupi muka atika
"ngomong apa ?" atika menjawab dengan memejamkan matanya. atika merasa malu dengan apa yang baru saja dia lakukan terhadap indah. sehingga atika tidak berani memanjang wajah indah
"aku mau ngomong tik" indah membuka mata atika menggunakan tangannya agar atika tidak terus memejamkan matanya. hal itu tentu saja membuat hati atika merasa sangat bahagia
"kamu kenapa sih ?" indah tersenyum pada atika setelah atika membukakan matanya
"ngomong apa ?" atika menatap lekat pada indah
"kenapa kamu melihat aku seperti itu" indah merasa sedikit aneh dengan cara atika menatap dia, tapi indah tetap tersenyum
"gak...kamu mau ngomong apa ?" atika tambah kikuk dan akhirnya mengalikan pandangannya kearah lain
"hei...aku disini" indah memegang kedua pipi atika (46) dan mengarahkan muka atika agar mau memandang dia. sipat indah yang terlihat manja dimata atika itu tentu sangat membuat hati atika berdebar-debar
"ya...ya...da ngomong aja" atika akhirnya bangun dan duduk menyandarkan tubuhnya kedinding
"aku boleh gak besok gak ikut kamu kerja?"
"kamu capek ?"
"gak juga"
"terus kenapa ?"
"aku gak mau ganggu kalian"
"ganggu kerja maksud kamu ?"
"ya"
sebenarnya maksud indah dia tidak mau mengganggu hubungan atika dengan marko. tapi kerena indah menjawab soal kerja. indah pun mengiyakan nya saja
keesok kan harinya indah benar-benar tidak ikut pergi ketempat kerja atika. tapi indah hanya tinggal dikontrakan saja. sekitar lima menit atika pergi. pintu terdengar ada yang mengetuk dari luar. indah berpikir mungkin atika kembali untuk mengambil suatu yang tertinggal. tanpa ada rasa curiga sedikitpun indah segera membuka pintu. tapi alangkah kagetnya indah setelah pintu dibuka teryata yang datang bukan (47) atika tapi begeng dan dua teman nya. mereka bertiga telah berdiri didepan pintu. begeng tampak menatap liar kearah indah. indah membaca ada gelagat yang tidak baik
"kalian mau apa kesini ?" indah bertanya dengan nada tinggi
"jangan galak-galak non" begeng berkata sambil tersenyum-senyum
"atika gak ada" indah mulai merasa takut
"itu bagus...ya gak" begeng menyeringai penuh arti pada dua teman nya
"jangan macam-macam aku teriak" indah berusaha menggertak mereka
mendengar perkataan indah itu maka begeng segera mendorong indah masuk kedalam. elang dan black segera menutup pintu
"teriak aja sesuka loe"
"urusan kalian sama atika jangan bawah-bawah aku"
"ini memang gak ada hubungan nya sama atika...ini hanya urusan kita sayang" begeng mencolek pipi indah tapi segera ditepis indah
"jangan kurang ngajar !" indah bermaksud menampar begeng tapi dengan sigap begeng menangkap tangan indah. malah dengan kurang ajar begeng mencium lengan indah (48) saat bibir begeng menyentuh lengan nya indah merinding kerena merasa jijik dan juga takut
"lengan yang sangat bagus" begeng semakin bernapsu
"aku mohon lepaskan aku" indah sudah sangat ketakutan
"hahaha...! tadi kau galak kali...sekarang kenapa kau merengek begitu" elang berkata dengan logat bataknya yang kental. mendengar ucapan elang begeng dan black tertawa gelak
"oyolah cantik nikmati aja" begeng tersenyum mesum pada indah
indah berusaha mundur beberapa langkah. tapi indah malah terjatuh. hal itu semakin membuat napsu begeng menjadi-jadi
"black loe tunggu ape lagi" begeng menyuruh black untuk memegang indah
"ya" black terlihat setengah hati menuruti perintah begeng
ketika black dan elang mendekat indah dengan cepat lari kearah dapur. indah melempar piring dan gelas kearah elang dan black. tapi lemparan piring dan gelas itu dapat dengan mudah ditangkis oleh elang dan black. indah segera lari kedalam kamar mandi dan menguncinya (49) dari dalam
"ayolah sayang buka pintunya" begeng masih terus merayu indah. justru hal itu membuat indah semakin ketakutan "buka pintunya cantik" elang pun mulai hilang kesabaran
begeng coba mendobrak pintunya. tapi pintunya masih tetap tidak bisa terbuka. kerena indah menahan pintunya dari dalam. elang membantu begeng untuk mendobrak pintunya
setelah didobrak dua orang. akhirnya pintu kamar mandinya terbuka
"akkk...!!" indah menjerit ketakutan
tanpa ada rasa kasihan sedikitpun, begeng langsung menyergap tubuh indah. tampaknya begeng telah dirasuki oleh napsu setan
indah tidak menyerah begitu saja. bagaimanapun indah akan mempertahankan harga dirinya sekuat mungkin. indah tidak mau kesucian nya direnggut oleh tiga berandal seperti begeng dan dua teman nya
"dukkk...!!" kaki indah berhasil menendang selangkangan begeng
"anjrettt...!!" begeng berteriak kesakitan
"sakit bro" elang bertanya dengan polos, mengkhawatirkan keadaan begeng (50) "begooo...!! ya sakitlah" begeng mendorong kepala elang. kerena kesal dengan pertayaan elang. sedangkan black hanya terlihat meringis
melihat ada kesempatan indah tidak menyia-yiakan nya. indah segera berlari keluar dari kamar mandi
"tolol loe ngapain aja...?! kejar dia ?" begeng juga kesal melihat black dari tadi hanya diam saja. begeng mengelus-elus selangkangan nya yang terasa sakit kena tendangan kaki indah
beberapa saat lagi indah sampai kepintu. black berhasil menangkap indah
"lepasinnn...!!" indah berontak dari pegangan black
dengan berjalan terpincang-pincang begeng memhampiri indah
"pakkk...!!" begeng menampar pipi indah dengan penuh kemarahan
"bajingan...!!" indah memaki begeng
"cewek sialan" begeng menekan mulut indah menggunakan ibu jari dan telunjuknya, seperti orang menyekik, sehingga mulut indah terasa sakit
indah tidak bisa berteriak kerena mulutnya dicengkram seperti itu. lalu indah muludah muka begeng
"keras ...BERSAMBUNG
0 komentar:
Posting Komentar