Ini sepenggal kisahku, kejadian ini aku alami pada waktu kelas 2 SD. Pada waktu sore hari, aku sedang duduk bersama temanku. Waktu aku ingin turun dari tempat duduk, rok ku yang terkena paku lalu aku terjatuh dan tanganku terkena badanku, yang waktu itu aku masih gendut.Kejadian itu membuat tangan kiri ku retak. Pada saat itu ibuku masih dipasar, lalu tetanggaku menyusul ke pasar untuk memberitahu kejadian tersebut kepada ibuku. Ibuku mendengar kejadian tersebut, lalu langsung meninggalkan barang belanjaannya lalu menuju ke rumah. Pada waktu itu ekonomi dikeluargaku masih tahap berjuang, ayahku sedang bekerja diluar kota.Selama 3 bulan lamanya ibuku selalu menemani pengobatan di sangkal putung tempatnya juga jauh dari rumahku kira-kira 1 jam perjalanan. Pernah pada waktu itu hujan sangat lebat dan jalan pada banjir. Tapi ibuku tetap mengantarkanku ke sangkal putung. “ Sungguh pengorbanan yang sangat mulia”. Elum lagi ibuku selalu menungguku dari berangkat sampai pulang sekolah sampai 3 bulan. Dia khawatir aku kenapa – kenapa. Pada waktu awal sekolah, teman-temanku langsung bergerombol mendekatiku. Ibuku saat itu terlhat cerewet “ Awas jangan terkena tangannya deni ya” padahal ibu dirumah begitu lembut, hehe..
Ibu selalu menjagaku dengan kasih sayangnya. Itu yang membuatku selalu hangat berada didekat ibuku. Ibuku juga mempunyai impian agar mempunyai anak soleha dan tidak sombong. Dengan impiannya tersebut beliau menyekolahkanku di Nasima. Alhamdulillah semenjak disini ibadahku jadi lebih rajin. Aku juga tersentuh dengan perjuangan orang tuaku menyekolahkanku disini. Bagiku ibu adalah segalasegalasegalanyaaaaaaaaa..
0 komentar:
Posting Komentar