Pages

Selasa, 10 Desember 2013

Kerja Keras

Kerja keras dengan cinta sangat berkaitan. Karena kerja keras tanpa dilandasi dengan cinta tidak akan bertahan lama. Kerja keras tidak akan berbekas, tidak memberikan efek bahkan tidak memiliki kekuatan, jika tanpa cinta. Dari awal sudah dikatakan bahwa cinta itu merupakan sebuah kekuatan, atau lebih tepatnya adalah sebuah ruh bagi kerja keras itu sendiri. Dengan cinta kerja keras akan terasa lebih nikmat dan bertambah lebih kuat.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allâh mencintai salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti).” (HR. al-Baihaki). Tanpa dilandasi dengan

cinta, mana mungkin pekerjaan itu akan dilaksanakan dengan tekun, rapi dan teliti. Justru yang ada hanyalah kebalikan dari itu.

Pekerjaan yang dilandasi dengan kebencian, atau dengan kata lain tidak menyukai pekerjaan tersebut justru akan jauh dari kata-kata itqon itu sendiri. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa konsep itqon itu sudah pasti dapat lahir dari sebuah cinta terlebih dulu. Hanya orang-orang yang bekerja karena cintalah yang akan menghasilkan pekerjaan yang baik, indah bahkan menjadi rapi, tidak berantakan, acak-acakan dan mungkin terkesan asal-asalan.

Dari sini kita bisa melihat dan memperhatikan seseorang itu bekerja keras dengan cinta ataupun malah sebaliknya. Mungkin kita juga pernah bertanya kepada seseorang yang sedang sibuk bekerja. Jawaban yang diterima kadang sangat variatif. Ada yang dengan antusias menjawabnya, meskipun ia sedang sibuk. Ada juga yang sebaliknya, tidak sibuk tetapi malah tak acuh dan terkesan membuang muka, malah jawaban yang diterima itu ketus, seolah tidak mau tahu dan tidak mau direpotkan.

Intinya kerja keras yang baik adalah kerja keras yang dilandasi dengan cinta. Salah seorang sahabat pernah mengatakan seperti ini : “Kalau ingin bisa bahasa inggris, yang kamu lakukan pertama kali adalah senengin dulu, atau sukain dulu.. nanti insya Allah cepat bisa..” Dari sini saja kita sudah bisa menemukan kata kuncinya. Ya, tumbuhkan dulu rasa suka, cinta dan senang. Niscaya semuanya terasa lebih ringan dan mudah.

0 komentar:

Posting Komentar