Ya, dorongan itu adalah cinta. Seorang bapak yang
bekerja sangat keras, bahkan tidak memperdulikan kesehatan, rasa sakit, bahkan
rasa letihnya tak lain semua itu karena dasar cinta. Cinta kepada keluargalah
yang mendorongnya untuk mengerjakan sesuatu, bahkan tidak jarang dengan upaya
diluar nalar manusia pada umumnya. Kekuatan cinta tak mampu diukur, dihitung,
bahkan mungkin tidak terbatas.
Kita juga bisa lihat perjuangan seorang ibu.
Demi sang anak, ia rela bekerja apa pun. Ibu mengerahkan tenaga dan kemampuan
yang dimilikinya agar mampu menghidupi anak-anaknya. Sepulang dari bekerja, ibu
tidak pernah mengeluh untuk mengerjakan pekerjaan rumah walaupun sendirian. Tak
hanya itu, jika anaknya masih kecil ibu juga menyuapinya dengan penuh sabar.
Semua yang dilakukan ibu itu karena satu hal, yaitu cinta.
Kekuatan cinta memang luar biasa, karenanya
hidup itu membutuhkan cinta. Cinta membuat kesulitan hidup dapat dihadapi
dengan tegar, cinta membuat persoalan yang rumit menjadi mudah, cinta juga
membuat seseorang yang lemah menjadi kuat. Jika diuaraikan tentang
kemahadahsyatan cinta rasanya tak akan pernah selesai. Cinta menyimpan sumber
kekuatan dahsyat yang begitu besar.
Bekerja juga membutuhkan cinta. Seseorang
yang mencintai pekerjaannya akan bekerja dengan penuh kesungguhan, tidak
mengenal capek dan putus asa. Namun, apa yang terjadi jika seseorang bekerja
dalam kondisi terpaksa, maka yang ada dalam fikirannya adalah beban. Cinta
terhadap pekerjaan akan menjadikan orang jauh lebih kuat menghadapi berbagai
tekaan dan cobaan. Untuk itu kuncinya adalah satu, yaitu cukup lima huruf; c i
n t a.

0 komentar:
Posting Komentar